Langsung ke konten utama

(Nothing Impossible) Saat Yang Tidak Terduga Terjadi

Thursday, 18th April 2013
Assalamu'alaikum wr.wb


Lagi-lagi ini tentang sahabat aku, hehehe. Terimakasih banyak buat kalian semua #hugkiss. As usual, aku disamperin kekos dan ngobrol-ngobrolah kita. Setelah cerita ngalor ngidul, tiba-tiba temen aku nyeletuk kalo dia mau nikah.. Reaksi aku datar karena aku pikir bercanda, "Oh iya?sama yang mana ni?" 

Besoknya kita ngumpul lagi, dan waktu ngobrol sampailah ke topik yang sama "temen aku mau nikah". Awalnya masih aku kira becandaan, setelah semua temen meyakinkan kalo itu beneran, barulah saya terkagum-kagum dan speechless.

Kenapa reaksi saya begitu lebai?!?
Yang pertama, temen aku itu laki-laki. Jarang aja nemuin laki-laki, seumuran dia (25th), baru lulus kuliah, pekerjaan belum settle udah berani berkomitmen. Kerennnnn banget.
Setelah aku interogasi, memang ada sedikit terpaksa, karena tuntutan sang pacar. Tapi itu wajarlah, resiko punya pacar seumuran.
Banyak teori yang mengatakan kalau semakin didesak menikah, laki-laki semakin malas membahasnya, yang ada malah kabur dari kita. Tapi dengan desakan dari pacarnya, temen aku malah kebalikannya. Sekarang dia mulai mencari celah untuk mendapatan rejeki halal sebanyak-banyaknya (modal nikah katanya).

Yang kedua, temen aku itu tipe badboy. #IMO badboy itu tipe laki-laki yang memiliki banyak teman perempuan, tetapi kalau soal komitmen dia bisa diacungi jempol. Dia tipe orang yang easy going. Saat pacarnya main sama temen laki-lakinya, it's okay, begitu juga kebalikannya. Walaupun punya pacar, tapi dia bisa banget bagi waktu antara temen dan pacar.
Gada yang namanya marahan karena pasangannya main sama temen-temen.
Dan buat kali ini, dia pacaran hampir 5th. Yah yang namanya laki-laki ya, tetep mencoba membuka cabang dimana-mana, tapi ya karena badboy itu, lagi, lagi, dan lagi dia komitmennya sama pacarnya.

Hahhhhhhh, rasanya kagum banget sama laki-laki gitu. Terharu bangettttt...
Seorang yang celelekan, gabisa serius, bawaannya becanda, secepat itu berkomitmen untuk jenjang yang lebih serius.
Lebih kagum sama laki-laki yang seperti itu, dibandingkan laki-laki yang penuh dengan persiapan materi dsb tapi gada actionnya sama sekali.
Allah udah janji, akan ada rejeki sendiri buat orang yang menikah, bagi anak yang baru lahir.
Insyaallah apabila niat kita menjalankan sesuatu karena Allah, Allah akan membantu hamba-Nya...

_nyoet's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

lagi...

kembali diingatkan,  kalau hanya Allah Yang Paling Tahu apa yang umat-Nya butuhkan... Allah (lagi-lagi) mengabulkan doa-doaku... Maasya Allah semua berjalan sesuai keinginanku... Akhirnya, merasakan bahagia yang selama ini hanya ada dalam impian... Sampai terjadilah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan,  "astaghfirullah hal ini terjadi juga padaku?" ,  reaksi spontanku saat kejadian... . . *menekan tombol “pause” dalam diri ini untuk waktu yang cukup lama (sekarang jg masih “pause” si, hahaha)* . . . dulu, pernah belajar ikhlas, melepas yang bukan haknya... alhamdulillah bisa melewatinya.. kemarin, kembali diingatkan oleh Allah SWT, diingatkan tentang bab “ikhlas” mari belajar lagi, pelan-pelan tidak apa-apa dulu saja bisa, kenapa tidak untuk kali ini?!! maaf Allah... saya selalu “sok tau” tentang kebutuhan saya... padahal, hanya Allah Yang Paling Tahu, apa yang hamba-Nya butuhkan... Kota Perwira FREEboary 2...

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...