Langsung ke konten utama

untukmu calon imamku

untukmu calon imamku,
kutulis kisah ini
dimalam-malamku yg panjang
bagai goresan getar hati dalam rindu yg tertahan
untukmu seseorang yg akan menemaniku dimasa depan

kamu..
siapa kamu?
siapa namamu?
dimana kamu berada?
aku menantimu bersama semua pengabdianku yg tertunda
bersama segenap cinta yang tak akan sempurnba bila engkau tak kunjung hadir dihadapanku

untukmu calon imamku, 
yang aku tidak tahu dimana engkau berada
suata saat bila kau datang
tolong cintai aku karena Allah
bimbinglah aku
jadilah imam dalam shalatku
izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum di wajah teduhmu
izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di dalam hati dan pikiranmu

untukmu calon imamku, yang entah sedang apa
ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu
nanti, terangkanlah apa2 yang tidak kumengerti darimu
terangkanlah, apa-apa yang tidak engkau sukai
agar aku bisa mengenalmu secara utuh

untukmu calon imamku, yg sedang memantaskan dirinya dihadap Allah
ketahuilah bahwa akupun disini selalu menantimu dalam taat
menanti untuk menjadi belahan jiwamu
menanti utk menjadi penyejuk hatimu

dan aku menanti menjadi bidadari untukmu
sampai bertemu di suatu masa
calon imamku...

Cinta Positif Part 2 - Untukmu Calon Imamku


Purbalingga, 14 Desember 2015
_nyoet'z

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

lagi...

kembali diingatkan,  kalau hanya Allah Yang Paling Tahu apa yang umat-Nya butuhkan... Allah (lagi-lagi) mengabulkan doa-doaku... Maasya Allah semua berjalan sesuai keinginanku... Akhirnya, merasakan bahagia yang selama ini hanya ada dalam impian... Sampai terjadilah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan,  "astaghfirullah hal ini terjadi juga padaku?" ,  reaksi spontanku saat kejadian... . . *menekan tombol “pause” dalam diri ini untuk waktu yang cukup lama (sekarang jg masih “pause” si, hahaha)* . . . dulu, pernah belajar ikhlas, melepas yang bukan haknya... alhamdulillah bisa melewatinya.. kemarin, kembali diingatkan oleh Allah SWT, diingatkan tentang bab “ikhlas” mari belajar lagi, pelan-pelan tidak apa-apa dulu saja bisa, kenapa tidak untuk kali ini?!! maaf Allah... saya selalu “sok tau” tentang kebutuhan saya... padahal, hanya Allah Yang Paling Tahu, apa yang hamba-Nya butuhkan... Kota Perwira FREEboary 2...

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...