Langsung ke konten utama

manusia berusaha, Allah yang menentukan

Allah mengabulkan doa ditahun ke-4
dan mengakhirinya dibulan ke-6.

Terimakasih sudah (sempat) diberi rasa bahagianya doa yang dikabulkan
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih

Merasakan bahagianya meminta 1 tetapi diberi 10
Menyadari bahwa “Allah will make a way, when there seems to be no way”
Belajar ikhlas dengan apa yang kita jalani
Belajar meluruskan niat
Belajar memahami dan menjaga perasaan orang lain
Belajar menipiskan ego, menebalkan iman
Belajar kalau semuanya itu berasal dari pikiran kita
Selalu berkhusnudzan dengan kehidupan...
Semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita...

"Doa itu selemah-lemahnya usaha
Dan doa itu sekuat-kuatnya senjata,
karena melalui doa, Allah yang  langsung yang menggerakkan hati manusia"


Layukallifullahu nafsan illa wus'aha...
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..."
QS Al Baqarah : 286

Laa hawla wa laa quwwata illa billah...


Purbalingga, 25 Juni 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

Transportasi Menuju Kampung Inggris

‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ayud berangkat dari stasiun Purwokerto tanggal 7 Januari 2011, naik kereta ekonomi jurusan Surabaya, harganya Rp 30500. Kereta berangkat jam6 pagi dan sampai di stasiun Jombang sekitar jam setengah3 sore. Begitu kita turun dari kereta, biasanya ada bapak2 yang nawarin angkutan (biasanya disebut “ELP”) ke Pare. Dari stasiun Jombang kita naik Elf ke Pare, lama perjalanan sekitar 30menit dengan ongkos Rp 14000. Klo ongkos biasa itu Rp 7000 , tapi kita harus naik becak lagi. Alhamdullialah Ayud ketemu bapak2 angkutan yang baik dan mau nganterin Ayud sampe di pertigaan musholla di Jl.Anyelir.

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...