Langsung ke konten utama

cerita "si nona" dan " si tuan"

setelah "si nona" berkali-kali "jatuh" ,sampailah ia pada titik lelah yang terendah.
gelap...
tak ingin dan tak mampu lagi rasanya berjalan...

tiba-tiba datang "si tuan" yang menghapus resah, penghapus lelah, untuk "si nona".
mereka merasa "saling" dan ternyata mereka berjalan menuju tujuan yang sama.
akhirnya "si tuan" dan "si nona" berjalan beriringan, berdampingan menuju tujuan.

di tengah perjalanan, Allah berkehendak lain
tiba-tiba jalanan "si tuan" tertutup rapat.
"si tuan" terhenti jalannya
dan "si nona" kembali berjalan sendiri
mereka pun terpisah, kehilangan jejak...

sesaat,
jalanan "si nona" gelap, tak tahu harus melangkah kemana.
ia pun terdiam...
dalam kegelapan "si nona" tersadar,
"mungkin kemarin saya tidak mengganti lelah menjadi lillah, jadi Allah menegur saya"
"mungkin kemarin saya terlalu sombong, kurang melibatkan Allah saat berjalan, Allah rindu saya"
"mungkin kemarin........ah sudahlah!saya harus kembali mencari jalan yang bercahaya, berbahaya berjalan seorang diri dijalanan yang gelap ini"

Allah, terimakasih...
untuk beberapa waktu, saya tidak berjalan seorang diri...
Allah, terimakasih...
untuk beberapa waktu, saya berjalan dengan hati yang tenang dan sesekali tersenyum bahagia (soal bahagia, saya mah selalu bahagia karena ada Allah)

Allah, maafkan kami...
maafkan kekhilafan kami...
mohon beri kami kekuatan...
agar kami dapat melewati ini dengan lancar...
dan dengan hati yang ikhlas...

suatu saat nanti,
"si tuan" pasti akan kembali memiliki teman berjalan yang tujuannya sama...
begitu pun dengan "si nona"...
pasti...
suatu saat nanti,
mereka akan bahagia...


Purbalingga, 14 Agustus 2018
_nyoet'z


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

Transportasi Menuju Kampung Inggris

‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ayud berangkat dari stasiun Purwokerto tanggal 7 Januari 2011, naik kereta ekonomi jurusan Surabaya, harganya Rp 30500. Kereta berangkat jam6 pagi dan sampai di stasiun Jombang sekitar jam setengah3 sore. Begitu kita turun dari kereta, biasanya ada bapak2 yang nawarin angkutan (biasanya disebut “ELP”) ke Pare. Dari stasiun Jombang kita naik Elf ke Pare, lama perjalanan sekitar 30menit dengan ongkos Rp 14000. Klo ongkos biasa itu Rp 7000 , tapi kita harus naik becak lagi. Alhamdullialah Ayud ketemu bapak2 angkutan yang baik dan mau nganterin Ayud sampe di pertigaan musholla di Jl.Anyelir.

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...