Langsung ke konten utama

Postingan

saat iman lagi ga oke (lagi, lagi, lagi)

Karena kita membandingkan diri kita dengan oranglain (atau nasib org beriman dg nasib org tidak beriman) sama-sama menggunakan dunia. Padahal Allah tidak banyak berjanjii urusan dunia pada org beriman. Bandingkanlah orang beriman itu dengan akhirat, org tidak beriman dg dunia. Dia dapat apa di  dunia, kita dapat apa di akhirat. Itu baru imbang perbandingannya. Kalau kita ngebandingin dia dapat apa di dunia, kita dapat apa di dunia, ga matematis menurut islam, ga logis menurut iman. Baru logis kalau membandingkan , misal dia riba di dunia dapat ap di dunia, kita ga riba, kita dapat apa di akhirat. Dia memulai usaha dengan riba, dia bisa mendapatkan aset sekian, saya memulai dengan cara yang lebih syari, kenapa asetnya tidak sebanyak dia? Kalau pertanyaannya salah, tidak akan ada jawabannya. “Saya sudah hijrah kok masih susah hidup saya?” Karena itu ngehitungnya pakai matematika dunia. Pakailah kacamata rabbani, cara pandang Allah. “Wama indallahi khair” ap...

dudududuuu

ya gitulahhhh....

"mahasiswa berusaha, dosen yang menentukan" quote favorite jaman lagi tugas akhir. begadang berhari-hari ngerjain tugas akhir, pas asistensi dicoret-coret sama dosen, duh duh duh, sakit hati adek bang >.< setelah lulus kuliah, quote berubah jadi "manusia berusaha, Allah yang menentukan" Harusnya mah sadar dari dulu kalo quote sebenernya tu ini, tapi yg namanya jiwa muda masa jahiliyah, ego duniawi mendominasi, hihihi... "manusia berusaha, Allah yang menentukan" manusia itu aktornya, Allah yang buat skenarionya... Allah yang Paling Tahu, apa yang terbaik untuk aktor-Nya. Kalo aja ngikutin skenario Allah, peraturan Allah, insyaallah hidup manusia penuh berkah. Dan setan jadi pengangguran, hihihi... Karena setan butuh "makan", jadi dia kerja keras gangguin kita, biar dia bisa "berpenghasilan" (duh sebenernya aku mau ngomong apa si yaaa, ngalor ngidul g jelas) kebanyakan drama korea jadi kaum mellowers gin...

#wedontcelebratebirthday

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1438H #wedontcelebratebirthday Bukan, kami bukan ekstrim, bukan pula islam aliran atau apalah itu sebutan lainnya. ‘ Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”  (HR Abu Dawud, hasan) Sumber:   https://muslim.or.id/22750-fatwa-ulama-batasan-dalam-menyerupai-orang-kafir.html Di dalam Islam tidak ada perayaan hari lahir. Kami hanya mengikuti apa yang Rosul ajarkan, as simpel as that. “ah kolot sekali, kan cuma ngucapin, malah mendoakan biar panjang umur.” Dulu saya juga pernah berada di fase tersebut, penolakan dengan berbagai alasan. Sebenarnya umur kita berkurang loh, kok dikasih selamat, didoakan tidak hanya setaun sekali, dan bukankah doa terbaik itu adalah doa yang didoakan diam-diam?hehehe. Entah bagaimana ceritanya, seperti mendapat hidayah dari Allah, alhamdulillah beberapa tahun ini kami (read : saya dan beberapa teman) tidak mengistimewakan hari lahir. Padahal jaman dulu saya...

i love you and i will always do (3)

B : “Jaket ketinggalan, bapak titipkan satpam.” A : “Jaket apa pak?oh Jas hujan?” B : “Iya.” A : “Makasih Pak...” *posisinya aku lagi keluar kantor Percakapan via WA yang singkat padat jelas, tapi sangat menyentuhhhhh :’( *Walopun udah kerja, mungkin buat bapak aku tetep anak perempuan kecil beliau* Tadi pagi keingetan si jas hujannya belum ada di motor, tapi udahlah, males ambilnya.. Siang-siang di WA bapak ky gitu, jazakallah khayr bapak #bighug Maafkan anakmu yang masih suka sibuk sendiri, bapaknya tidur malem karena nungguin anaknya yang hampir tiap hari pulang malem. Kalopun dirumah, anaknya lebih banyak baca buku, nonton film ato motong-motong kain di lantai atas. Bapak, ibu, ayud, serumah tapi jarang quality time :’( Purbalingga, 21 SWEETember 2016 _nyoet'z