Langsung ke konten utama

Karena kita makhluk sosial…

Rabu, 14 Januatri 2015


Semua orang pasti selalu pengen setiap harinya berubah lebih baik, lebih baik, lagi, lagi, dan lagi…
Begitu pun aku…
Ceritanya mau idealis, nyoba buat ga mengeluh atau curhat sama sesama, pengennya cuma curhat sama Allah karena Allah lebih seneng kalo umat-Nya curhat hanya dengan-Nya…
Tapi ternyata susah, paling engga harus cerita sama satu orang (ituuu saya)
Kalo kata seorang sahabat “Kita itu makhluk sosial, jadi wajar kalo kamu ga bisa nyimpen semuanya sendiri. Kamu butuh orang lain, minimal untuk mendengarkan semua keluh kesah”

Dan akhirnya idealism saya sedikit surut, xoxo…

_nyoet's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

Transportasi Menuju Kampung Inggris

‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ayud berangkat dari stasiun Purwokerto tanggal 7 Januari 2011, naik kereta ekonomi jurusan Surabaya, harganya Rp 30500. Kereta berangkat jam6 pagi dan sampai di stasiun Jombang sekitar jam setengah3 sore. Begitu kita turun dari kereta, biasanya ada bapak2 yang nawarin angkutan (biasanya disebut “ELP”) ke Pare. Dari stasiun Jombang kita naik Elf ke Pare, lama perjalanan sekitar 30menit dengan ongkos Rp 14000. Klo ongkos biasa itu Rp 7000 , tapi kita harus naik becak lagi. Alhamdullialah Ayud ketemu bapak2 angkutan yang baik dan mau nganterin Ayud sampe di pertigaan musholla di Jl.Anyelir.

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...