Langsung ke konten utama

How can this be?

Thursday, 21th March 2013
Assalamu'alaikum wr.wb


"Terkadang pembohong tidak menyadari kalau ternyata dari ucapan dia sendiri, dia telah mengungkapkan kebohongannya" -AKL-

Betul tidak kata2 di atas?
Mungkin ini efek hasrat yang tidak tersampaikan *hasrat kuliah psikologi malah nyasar arsitek" xixixixi...
Aku suka banget memperhatikan tingkah laku orang-orang dan menganalisa sebab-sebab mereka melakukan hal itu.
Dan aku termasuk yang berkiblat pada proses, bukan hasil.
Mungkin kecerewetan aku yang mendasari aku lebih suka proses.
Kalo ada yang curhat, pastiiii aku cerewetin macem2, aku tanyain macem2.

Dan dari hobi menganalisa perilaku orang, lebih terkesan aku bisa baca pikiran orang, wkwkwk, padahal itu lagi gembling feeling.
Alhamdulillahnya sejauh ini feeling aku masih cukup bagus dan bersahabat sama aku.
Alhamdulillah bisa menjauhkan aku dari hal-hal yang kurang baik...

Balik lagi ke pernyataan paling atas, yes, ungkapan itu juga aku simpulkan berdasarkan menganalisa perilaku orang.
Apabila seseorang sedang berbohong dan yang dibohongi itu didominasi oleh logika, insyaallah tidak akan lama dia mengetahui bahwa dirinya sedang dibohongi *beda cerita kalau didominasi oleh perasaan*
Pembohong (pasti) akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan terdahulunya (based from my life)
Yupsss, dulu aku sempet jadi pembohong, pembohong orangtua karena takut akan pengakuan sesuatu.
Dan itu rasanya ga enak banget, ga tenang. Ga beberapa lama akhirnya jujur deh ttg semua, alhamdulillah dapet respon positif.

Pembohong itu memiliki seribu satu alasan u tuk menutupi kebihongannya.
Terkadang alasan-alasan itu terkesan lucu dan konyol.
Tanpa sadar, saat pembohong sedang berusaha menutupi kebohongannya, ada celah dimana kebohongannya itu sedang membuka rahasianya sendiri.

Aku sendiri mengalami hal itu...
Look so absurd :)
Mungkin karena panik, tanpa persiapan khusus *persiapan bohong* jadinya terbongkar deh dapur kebohongannya, hehehe...

Bagi kalian yang pernah atau sedang dibohongi, yuk ajak logika kita bermain...
Insyaallah nanti akan ada petunjuk dari Allah, masa si Allah ngebiarin umat-Nya berada di bawah naungan setan *jiah bahasanyaaaaa*
Janji Allah itu PASTI!!!
Asalkan kita selalu menomorsatukan Dia :)

"jangan pernah mengandalkan manusia, karena kecewa hasilnya. Andalkan Sang Pencipta, karena bahagia pastinya"
be wise, be carefull ;) 


_nyoet's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

lagi...

kembali diingatkan,  kalau hanya Allah Yang Paling Tahu apa yang umat-Nya butuhkan... Allah (lagi-lagi) mengabulkan doa-doaku... Maasya Allah semua berjalan sesuai keinginanku... Akhirnya, merasakan bahagia yang selama ini hanya ada dalam impian... Sampai terjadilah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan,  "astaghfirullah hal ini terjadi juga padaku?" ,  reaksi spontanku saat kejadian... . . *menekan tombol “pause” dalam diri ini untuk waktu yang cukup lama (sekarang jg masih “pause” si, hahaha)* . . . dulu, pernah belajar ikhlas, melepas yang bukan haknya... alhamdulillah bisa melewatinya.. kemarin, kembali diingatkan oleh Allah SWT, diingatkan tentang bab “ikhlas” mari belajar lagi, pelan-pelan tidak apa-apa dulu saja bisa, kenapa tidak untuk kali ini?!! maaf Allah... saya selalu “sok tau” tentang kebutuhan saya... padahal, hanya Allah Yang Paling Tahu, apa yang hamba-Nya butuhkan... Kota Perwira FREEboary 2...

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...