Langsung ke konten utama

karena terburu-buru datangnya dari syaitan

Monday, 25th March 2013
Assalamu'alaikum wr.wb


Ketenangan dan jeda dalam melakukan sesuatu adalah salah satu bentuk pelatihan dalam mengontrol pikiran kita.
Jika kita melakukan sesuatu dengan penuh ketenangan, maka pikiran kita akan lebih terkonsentrasi, tindakan kita akan diiringi dengan kesadaran tinggi, dan kita bisa mengendalikan pikiran kita.

Pikiran yang tenang dan damai adalah pikiran yang penuh dengan energi yang melimpah karena tidak habis oleh pikiran-pikiran lain.
Jika kita damai dan tenang, maka pikiran kita akan terpusat pada pikiran yang kita pilih dan akan menghasilkan energi yang luar biasa.

Kutipan diatas aku ambil dari sebuah blog waktu lagi search soal tuma'ninah *maapkeun lupa copas alamatnya*
Yesss, ketenangan adalah segalanya.
Disaat kita terburu-buru, pikiran gabisa berpikir jernih, emosi yang lebih mendominasi.
Karena itu, saat lagi ga oke pikirannya, aku lebih baik diem dulu, nenangin diri.
Orang-orang yang udah kenal aku pasti ngerti, kalo Ayud lagi diem, pasti ada sesuatu.
just need a time for a while.
Menjernihkan pikiran tanpa ada campur tangan orang lain.

Karena menurut aku, disaat pikiran kita lagi ga oke, dan kita malah banyak dimasuki kata2 dari orang lain *secara ga sadar, itu jadi semacam doktrin* kita malah ga bisa ambil keputusan secara benar.
Yang ada hanyalah nafsu emosi sesaat, yang akan disesali keesokannya...
be wise, be careful ;)
#fighting


_nyoet's

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INGATLAH HARI INI

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته  Kawan dengarlah Yang akan aku katakan Tentang dirimu Setelah selama ini Ternyata kepalamu Akan selalu botak Eh, Kamu kaya gorila Cobalah kamu ngaca Itu bibir balapan Dari pada gigi lu Kayak kelinci Yang ini udah gendut Suka marah-marah Kau cacing kepanasan Tapi ku tak perduli Kau selalu di hati

Transportasi Menuju Kampung Inggris

‎​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Ayud berangkat dari stasiun Purwokerto tanggal 7 Januari 2011, naik kereta ekonomi jurusan Surabaya, harganya Rp 30500. Kereta berangkat jam6 pagi dan sampai di stasiun Jombang sekitar jam setengah3 sore. Begitu kita turun dari kereta, biasanya ada bapak2 yang nawarin angkutan (biasanya disebut “ELP”) ke Pare. Dari stasiun Jombang kita naik Elf ke Pare, lama perjalanan sekitar 30menit dengan ongkos Rp 14000. Klo ongkos biasa itu Rp 7000 , tapi kita harus naik becak lagi. Alhamdullialah Ayud ketemu bapak2 angkutan yang baik dan mau nganterin Ayud sampe di pertigaan musholla di Jl.Anyelir.

Loading...

Sami'na Wa Atho'na (we hear and we obey - Al Baqarah 285) Bukan sedang menggurui, bukan sok alim atau sebagainya... Lebih tepatnya berbagi cerita, berbagi pengalaman, barangkali ada kesamaan atau mungkin bisa menjadi inspirasi (alhamdullillah banget kalo ini mah :’) ) Aku masih jauhhhhhhhhhhhhhhh banget dari kata “wanita sholehah”. Awal berjilbab juga karena nazar. Alhamdulillah perlahan-lahan niat sudah dirubah. Aku pikir setelah berjilbab ya udah stop selesai metamorfosisku. Dulu kalo liat akhwat pake jilbab besar, di pikiranku "dia jilbabnya besar, saya harus menghormati" ga kepikiran sama sekali untuk mencoba berpenampilan seperti itu. dari akhir 2012 alhamdulillah sudah mempensiunkan celana jeans, ini juga karena seseorang ga suka liat aku pake celana ketat *thank you so much, you* tapi kerudung masih disampirin ke pundak :( Setelah lulus kuliah, entah kapan tepatnya, mulai ada rasa risih saat berkerudung tidak menutup dada. Alh...